Text
PENGETAHUAN PETANI DALAM PENGOLAHAN DAUN CENGKEH DI DESA LALOMBI DUSUN IV MARALE KECAMATAN BANAWA SELATAN KABUPATEN DONGGALA
ABSTRAK
Hestianur. Stambuk B 301 17 048. Program Studi Antropologi, Jurusan Sosiologi,
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. Judul Skripsi:
Pengetahuan Petani Dalam Pengolahan Daun Cengkeh. Dibimbing Oleh Bapak
Ikhtiar Hatta Pembimbing Utama dan Ibu Siti Hajar N. Aepu Pembimbing
Pendamping.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan
bagaimana pengetahuan petani dalam pengolahan daun cengkeh kering serta
proses distribusi daun cengkeh di Desa Lalombi Dusun IV Marale Kecamatan
Banawa Selatan Kabupaten Donggala. Daun cengkeh terutama yang telah tua dan
gugur biasanya hanya akan terbuang begitu saja dibawah pohonnya, namun
dengan adanya pabrik daun cengkeh di dusun IV Marale Desa Lalombi daun
cengkeh yang biasanya tak bernilai kini oleh petani cengkeh diperjual belikan
dengan melalui beberapa tahapan pengolahannya serta dapat mendistribusikan
daun cengkeh tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.
adapun ruang lingkup penelitian ini Di Dusun IV Marale Kecamatan Banawa
Selatan Kabupaten donggala. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan
data dengan cara pengamatan, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan
teknik analisis data dengan cara penyuntingan data hasil wawancara, kategorisasi
data, penafsiran makna data dan perumusan kesimpulan. kemudian dengan
menggunakan teknik porposive informan dalam penelitian ini adalah 5 orang,
dimana informan tersebut merupakan masyarakat Desa Lalombi yang setiap
informan memiliki latar belakang berbeda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahw: Pertama, Kehadiran pabrik
minyak daun cengkeh, mengubah pandangan petani di Desa Lalombi pada daun
cengkeh kering dari sekadar sampah menjadi komoditas berharga. Sejarah
penyebaran tanaman cengkeh yang luas, dimulai dari Maluku hingga dunia, serta
manfaat farmakologi dan industri dari senyawa eugenol dalam minyak atsiri,
memberikan dasar penting bagi perubahan ini. Petani sekarang secara rutin
mengumpulkan daun cengkeh dan menjualnya dengan harga Rp1.500 per
kilogram ke pabrik, menciptakan sumber pendapatan tambahan yang signifikan
dalam menghadapi tantangan ekonomi dan cuaca yang tidak menentu.. Kedua,
Proses pengolahan daun cengkeh di Desa Lalombi Dusun IV Marale Petani secara
terorganisir mengumpulkan daun cengkeh dengan peralatan sederhana seperti
karung, sapu lidi, dan tali rafia. Mereka mengumpulkan baik daun cengkeh kering
maupun basah, memisahkan di antara keduanya, dan menjualnya ke penyulingan
minyak daun cengkeh. Proses penyulingan membutuhkan waktu yang cukup
lama, di mana daun cengkeh dimasak untuk menghasilkan minyak atsiri yang
memiliki banyak kegunaan dalam industri kosmetik, farmasi, dan makanan. Tahap
pembongkaran penting dilakukan untuk memisahkan daun yang telah dimasak
dengan minyak atsiri yang dihasilkan. Minyak daun cengkeh yang dihasilkan
tidak hanya memberikan nilai tambah signifikan dalam ekonomi lokal tetapi juga
memiliki berbagai aplikasi yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Pengolahan, Daun Cengkeh, Desa Lalombi
Tidak tersedia versi lain