Buku ini menuturkan kisah dramatis dan tragis mengenai kekerasan hak asasi manusia yang diakibatkan kekuatan modal. Memperlihatkan ketimpangan pembagian keuntungan antara Freeport dan pemerintah Indonesia sejak tahun 1967. Pada 1997-1998 perjuangan suku Amungme mencapai puncaknya, suku ini menuntut hak-hak mereka agar diperhatikan oleh pemerintah dan PT. Freepot.