Text
Hubungan Perburuhan di Sektor Informal
Kerumitan sektor informal yang diwarnai oleh perjanjian lisan, ketergantungan usaha kecil terhadap usaha yang lebih besar, kualitas sumber daya yang rendah, terciptanya buruh informal atau invisible, ketidakadilan pada jalur perdagangan, dan terkadang dipandang sebagai katup pengaman perekonomian, telah memunculkan karakter relasi buruh-majikan yang menguntungkan dan sekaligus tidak menguntungkan bagi perlindungan sosial-ekonomi buruhnya. Tiga studi kasus yang dibahas dalam buku ini menunjukkan kerumitan tersebut, yaitu di dalam relasi produksi subkontrak yang mewakili proses informalisasi serta relasi produksi perikanan bagan, dan perkebunan teh rakyat, yang mewakili kondisi sektor informal yang sudah lama ada atau sudah mentradisi.
Tidak tersedia versi lain