Skripsi Administrasi
MANAJEMEN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN USAHA TANI DI DESA MALONAS KECAMATAN DAMPELAS KABUPATEN DONGGALA
ABSTRAK
Indah Mayang Sari Nomor Stambuk B10121072, dengan judul penelitian
Manajemen Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani Di Desa Malonas
Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Di bimbing oleh Bapak Subhan Haris
sebagai dosen pembimbing utama dan Ibu Gita Farista sebagai Dosen Pembimbing
pendamping.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen
Pemerintah Desa Malonas, Kecamatan Dampelas, Kabupaten donggala dalam
pembangunan infrastruktur jalan usaha tani, dengan menggunakan pendekatan
fungsi-fungsi manajemen menurut George R. Terry yang meliputi: perencanaan
(planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan
pengawasan (controlling). Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya
akses jalan usaha tani yang memadai untuk menunjang produktivitas pertanian dan
kesejahteraan masyarakat desa, mengingat mayoritas penduduk Desa Malonas
bermata pencaharian sebagai petani. Tipe penelitian ini deskriptif dan dasar
penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama
dalam penelitian ini terdiri dari unsur pemerintah desa dan masyarakat petani
setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembangunan
infrastruktur jalan usaha tani di Desa Malonas masih kurang optimal. Dari aspek
Perencanaan yang dilakukan pemerintah Desa Malonas dalam menyusun
perencanaan pembangunan jalan usaha tani dilakukan dengan partisipatif. tetapi
masih terdapat tantangan dalam menentukan kebutuhan yang benar-benar
dibutuhkan dan membuat rencana yang sesuai dengan keinginan masyarakat.
Aspek pengorganisasian yang baik terlihat melalui pembentukan Tim Pelaksana
Kegiatan (TPK), yang bertugas mengoordinasikan seluruh aspek pembangunan.
Namun, belum semua elemen masyarakat terlibat secara merata, yang dapat
mempengaruhi efektivitas pelaksanaan. Pada aspek pelaksanaan, ditemukan
berbagai hambatan seperti cuaca buruk, keterbatasan alat, tenaga, dan akses
menuju lokasi pembangunan. Selain itu, terdapat permasalahan lahan seperti belum
adanya kejelasan status lahan dan keterlambatan izin penggunaan lahan warga.
Aspek Pengawasan terhadap pembangunan juga kurang efektif yang dilakukan
secara berkala oleh pemerintah desa dan masyarakat, terbukti dari lemahnya
kontrol terhadap kualitas pembangunan serta minimnya pemeliharaan setelah
pembangunan selesai.
Kata Kunci : Manajemen Pembangunan, Perencanaan, Pengorganisasian,
Pelaksanaan, Pengawasan
Tidak tersedia versi lain