Skripsi Sosiologi
PERUBAHAN SISTEM PERTANIAN TRADISIONAL DI DESA BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO
ABSTRAK
Vimi Aprilin Djadi B20121203, Perubahan Sistem Pertanian Tradisional Di Desa Bancea
Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso. Dibimbing Oleh Hasan Muhammad dan
Suardin Abdul Rasyid.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perubahan sistem pertanian dari
tradisional ke modern di Desa Bancea, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Deskriptif analistis untuk
menggali secara mendalam pengalaman petani terkait perubahan praktik pertanian.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, melalui observasi dan
dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: 1). Proses perubahan sistem pertanian
tradisional ke modern di Desa Bancea, mengalami transformasi signifikan dalam sistem
pertaniannya. Dahulu Masyarakat Desa Bancea pada saat pengolahan lahan pertanian,
masih sangat bergantung pada tenaga manusia dan hewan, kemudian alat-alat yang
digunakan untuk mengolah lahan masih manual dan sederhana. Namun seiring dengan
perkembangan teknologi, mesin-mesin canggih seperti traktor, kombin dan teknologi
lainnya mulai diperkenalkan dan secara bertahap menggantikan tenaga hewan dan
manusia; 2). Dampak modernisasi pertanian pada kehidupan sosial ekonomi petani di
Desa Bancea, yang ditandai dengan adopsi teknologi modern seperti traktor dan kombain.
Perubahan ini telah meningkatkan efisiensi produksi dan kesejahteraan petani, tetapi juga
membawa pergeseran dalam struktur sosial masyarakat, di mana tradisi “paruja” dan
“pajeko” yang merujuk pada praktik pengolahan lahan tradisional mulai ditinggalkan dan
budaya gotong royong pun sudah mulai pudar. Meskipun demikian, kesadaran akan
pentingnya melestarikan nilai-nilai sosial tradisional tetap kuat di kalangan petani. Petani
di Desa Bancea menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik terhadap teknologi baru,
yang memungkinkan mereka meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga.
Mereka berhasil menyeimbangkan antara adaptasi teknologi modern dan pelestarian
budaya lokal. Kearifan lokal seperti penggunaan pupuk alami dan pelaksanaan ritual adat
seperti “padungku” masih dipertahankan, menunjukkan komitmen mereka terhadap
keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai tradisional.
Kata Kunci : Petani, Modern, Tradisional
Tidak tersedia versi lain