Skripsi Administrasi
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS DAN ACQUIRED IMMUNODEFICIENCY SYNDROM DI KOTA PALU
ABSTRAK
Muriani Lan Sumaso, Stambuk B10121046, Judul Penelitian “Collaborative
Governance Dalam dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Palu”. Di bimbing
oleh Rahmawati Halim sebagai Pembimbing I dan Andi Maman Firmansyah
sebagai Pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Collaborative Governance dalam
pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Palu. Dasar dan tipe Penelitian
ini adalah Kualitatif Deskriptif dengan informan dari unsur-unsur aktor yang
berkolaborasi. Jenis Data yang digunakan berupa data Primer dan Sekunder. Teknik
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Miles, Huberman,
dan Saldana (2014) antara lain pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori dari Emerson,
Nabatchi & Blogh (2012) yang mencakup tiga aspek yaitu : Principled
Engegament/Keterlibatan Berprinsip, Shared Motivatiaon/Motivasi Bersama, dan
Capaty for Join Action/Kapasitas untuk melakukan aksi bersama.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Collaborative Governance dalam
Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Palu berdasarkan pada Teori
Emerson, Nabatchi & Balogh (2012:201) terlaksana cukup baik. Dilihat dari Aspek
Principled Engagement/Keterlibatan Berprinsip menunjukkan adanya kolaborasi
antara aktor kunci dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Palu
antara Dinas Kesehatan Kota, Komisi Penanggulangan AIDS Kota, dan LBH APIK
SULTENG. Pada aspek Shared Motivation/Motivasi Bersama pelaksanaanya sudah
terbangunnya rasa saling percaya, komunikasi yang terbangun, dan saling berbagi
informasi. Kemudian, pada aspek Capacity for Join Action/Kapasitas untuk
melakukan Aksi Bersama juga pelaksanaannya terdapat tantangan seperti
ketidakaktifan kelompok kerja dan Memorandum of Understanding (MOU) yang
belum terlaksana secara menyeluruh pada aktor-aktor. Berdasarkan hasil observasi,
wawancara, dan dokumentasi, ketiga aspek ini masih terdapat tantangan yang saling
berkaitan yaitu keberadaan dokumen formal yang ada masih kurang
dikomunikasikan sehingga berpengaruh pada motivasi bersama aktor-aktor yang
terlibat, yang kemudian kapasitas untuk melakukan aksi bersama berpengaruh
akibat kurangnya kesadaran aktor-aktor pentingnya Collaborative Governance
dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Palu.
Kata Kunci : Collaborative Governance, Pencegahan dan Penanggulangan,
HIV/AIDS
Tidak tersedia versi lain