Skripsi Administrasi
MANAJEMEN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. VALE INDONESIA TERBUKA DALAM PEMBANGUNAN DI DESA KOLONO KECAMATAN BUNGKU TIMUR KABUPATEN MOROWALI
ABSTRAK
Alwan B101 20 271 dengan judul “Manajemen Corporate Social
Responsibility PT Vale Indonesia Terbuka dalam Pembangunan di Desa
Kolono Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali.” Dibimbing oleh
Rizali Djaelangkara. selaku pembimbing utama bersama Yulizar Pramudika
Tawil. selaku pembimbing pendamping.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Corporate Social
Responsibility PT. Vale Indonesia Tbk Dalam Pembangunan Di Desa Kolono
Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Penelitian ini menggunakan
teori Manajemen dari George R. Terry (2020:15) yang mencakup empat fungsi
utama yaitu Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating
(pelaksanaan) dan Controlling (pengawasan). Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak PT.
Vale, Kepala Desa Kolono, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Badan
Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat Desa Kolono.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan program CSR
telah dilakukan melalui forum Musyawarah Pembangunan Desa (Musrembang),
namun belum sepenuhnya berbasis pada analisis kebutuhan masyarakat secara
menyeluruh. Akibatnya, fokus program masih terpusat pada pembangunan
infrastruktur berupa pagar desa, sementara kebutuhan lain seperti pemberdayaan
ekonomi dan sosial belum diakomodasi. Dalam aspek pengorganisasian,
keterlibatan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) mengalami kendala teknis, terutama
dalam pengoperasian teknologi komputer, yang berdampak pada keterlambatan
pelaporan dan efektivitas pengelolaan program. Dari sisi pelaksanaan, program
pembangunan pagar telah berjalan sesuai rencana, namun rendahnya tingkat
partisipasi masyarakat mengakibatkan manfaat program belum tersebar secara
merata. Sementara itu, pada aspek pengawasan, PT. Vale dan pemerintah Desa
melakukan pengawasan akan tetapi keterlibatan masyarakat dalam proses evaluasi
sangat terbatas dan kurangnya transparansi dalam pelaporan anggaran menjadi
kelemahan utama yang memicu ketidakpuasan masyarakat terhadap pengelolaan
dana CSR. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih perlu
ditingkatkan dari segi partisipatif, akuntabilitas, dan keadilan distribusi manfaat.
Kata kunci: Corporate Social Responsibility, Perencanaan, Pengorganisasian,
Pelaksanaan, Pengawasan
Tidak tersedia versi lain