Skripsi Antropologi
KEHIDUPAN EKONOMI PETANI PADI DI DESA GORI-GORI KECAMATAN BATUI SELATAN KABUPATEN BANGGAI
ABSTRAK
Moh. Dzul Fadli B301 18 038, Program Studi Antropologi, Jurusan Sosiologi,
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. Judul Skripsi:
Kehidupan Ekonomi Petani Padi Sawah di Desa Gori-Gori Kecamatan Batui
Selatan Kabupaten Banggai. Dibimbing Ikhtiar Hatta pembimbing utama dan Siti
Hajar N. Aepu pembimbing pendamping.
Petani padi sawah di Desa Gori-Gori rata-rata memiliki lahan seluas 1–5
hektar, namun masih tergolong sebagai kelompok masyarakat dengan kondisi
ekonomi rendah. Ketidaksesuaian antara luas lahan dan taraf hidup ini
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk memahami kondisi tersebut, penelitian
ini menggunakan teori modal dari Pierre Bourdieu sebagai kerangka konseptual,
dengan menitikberatkan pada tiga bentuk modal yang relevan: modal ekonomi,
sosial, dan budaya. Ketiganya digunakan untuk melihat bagaimana akses terhadap
sumber daya, relasi sosial, serta pengetahuan dan pendidikan petani memengaruhi
strategi bertahan hidup mereka. Sementara itu, konsep lain dalam teori Bourdieu
seperti habitus dan arena tidak digunakan karena dinilai kurang sesuai dengan
konteks ataupun keadaan yang terjadi di desa Gori-gori. Untuk menganalisis,
dinamika struktural dan historis yang mempengaruhi kehidupan ekonomi petani,
pendekatan Eric R. Wolf digunakan. Melalui perspektif ini, petani dipahami
sebagai bagian dari sistem ekonomi-politik yang lebih luas yang turut menentukan
posisi dan keterbatasan mereka dalam struktur agraria.
Metode penelitian menggunakan dasar penelitian kualitatif dan tipe
deskriptif, lokasi berada di Desa Gori-Gori, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten
Banggai. Subjek penelitian yaitu masyarakat petani padi sawah di Desa Gori-Gori.
Teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan, wawancara, dan
dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan
kesimpulan. Informan dalam penelitian ini ditentukan secara Purposive, dengan
memilih 6 orang petani padi sawah yang dianggap paling relevan dan mampu
memberikan informasi mendalam sesuai dengan fokus penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kehidupan ekonomi petani padi sawah
di Desa Gori-Gori masih tergolong rendah, dipengaruhi oleh tiga jenis modal
utama: ekonomi, sosial, dan budaya. Modal ekonomi terbatas akibat kepemilikan
lahan yang dikuasai pihak lain, tingginya biaya produksi, dan pendapatan yang
rendah karena sistem bagi hasil yang timpang. Modal sosial terlihat dalam praktik
gotong royong dan jaringan kelompok tani Mabulo Sibatang I yang memperkuat
kerja sama dan berbagi sumber daya. Sementara itu, modal budaya, terutama
pendidikan dan pengetahuan teknis, menunjukkan perbedaan sikap antara petani
muda yang terbuka terhadap teknologi dan petani tua yang lebih tradisional.
Kondisi ini mencerminkan bahwa posisi petani tidak terlepas dari struktur sosial
dan relasi kuasa yang membentuk sistem produksi agraria, sehingga diperlukan
pendekatan holistik untuk memahami dinamika ekonomi mereka secara utuh.
Kata Kunci: Kehidupan Ekonomi, Petani Padi Sawah, Desa Gori-Gori
Tidak tersedia versi lain