Skripsi Komunikasi
ANALISIS ISI HUMOR POLITIK SOMASI COMMUNITY PADA CHANNEL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER
ABSTRAK
HUDAIYAH (B50120156) Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi
Broadcasting Universiyas Tadulako. Analisis Isi Pada Konten Somasi
Community Dalam Channel Youtube Deddy Corbuzier. Di bawah bimbingan
Anita Pahlevi dan Muhammad Wahid.
Konten somasi community menampilkan orang-orang yang sedang
melakukan stand up comedy, bisa juga sebagai sarana untuk mengungkapkan
keresahan masyarakat dengan unsur humor mengenai isu-isu yang sedang beredar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan isi humor politik pada
konten somasi community dalam channel YouTube Deddy Corbuzier.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode
analisis isi, pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling,
sehingga tidak seluruh konten somasi community dijadikan sampel penelitian,
hanya yang memenuhi indikator saja. Teknik pengumpulan data menggunakan
dokumentasi dan lembar coding berdasarkan kategorisasi humor politik yang telah
ditentukan. Sampel penelitian dikumpulkan melalui lembar coding dan data
dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konten somasi community
memuat dua pokok humor politik yaitu sarkasme politik dan satire politik. Total
Kecendrungan humor politik yang ditemukan oleh peneliti adalah 40 yang terbagi
menjadi dua yaitu sarkasme politik dengan frekuensi sebanyak 28 tampilan, terdiri
dari sarkasme sifat 5 tampilan, sarkasme tindakan 7 tampilan, sarkasme hasil dari
tindakan 5 tampilan, sarkasme himbauan 2 tampilan, dan sarkasme sebutan 9
tampilan; dan satire politik yang hanya memiliki frekuensi sebanyak 12 tampilan
yang terdiri dari ironi 3 tampilan, sinisme 4 tampilan, dan sindiran 5 tampilan. Dari
40 tampilan diteliti, penulis berpendapat bahwa somasi community banyak
menggunakan sarkasme politik daripada satire politik karena bentuk penyampaian
sarkasme politik secara tersurat sehingga lebih mudah dipahami dan dicerna oleh
penonton, dimana segmentasi penontonnya dari berbagai kalangan usia,
pendidikan, pekerjaan, dan status sosial, sehingga satire politik jarang digunakan
karena bentuk penyampaiannya secara tersirat yang memerlukan pemahaman yang
cukup tinggi untuk mengetahui maksud yang ingin disampaikan. Frekuensi
terbanyak ditemukan pada kategori sarkasme sebutan karena jenis sarkasme seperti
ini lebih mudah dipahami.. Sebaliknya, frekuensi satire innuendo tercatat tidak ada,
mengingat jenis satire ini membutuhkan pemahaman yang tepat dari audiens agar
tidak terkesan membingungkan atau murahan.
Kata Kunci: Analisis isi, Humor Politik, Sarkasme, Satire, Somasi
Community
Tidak tersedia versi lain