Skripsi Antropologi
TUMPEK PENGATAG : FUNGSI RITUAL DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT HINDU-BALI DI DESA BURANGA
ABSTRAK
Niluh Yupita Sari B 301 21 002 Judul Skripsi “Tumpek Pengatag: Fungsi
Ritual Dalam Pelestarian Lingkungan Pada Masyarakat Hindu-Bali di desa
Buranga”, dibimbing oleh Ikhtiar Hatta sebagai pembimbing pendamping dan
Resmiwati sebagai pembimbing pendamping Program Studi Antropologi Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako.
Ritual Perayaan Tumpek Pengatag adalah upacara keagamaan pada
masyarakat Hindu, yakni berupa penghormatan terhadap segala tumbuh
tumbuhan, memuliakan lingkungan melalui ritual karena telah memberikan
kesejahteraan berupa hasil bumi yang melimpah. Nilai yang terkandung dalam
ritual perayaan Tumpek Pengatag menjadi pedoman hidup bagi masyarakat
Hindu-Bali di desa Buranga dalam melestarikan lingkungannya. Penelitian ini
bertujuan untuk memahami hubungan antara manusia dan lingkungan yang
terbentuk dari adanya ritual perayaan Tumpek Pengatag serta fungsi ritual dalam
membentuk perilaku kolektif masyarakat dalam memperlakukan lingkungannya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan tipe
kualitatif, di mana teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik studi
kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan penelitian ini mengacu
pada teori fungsionalisme Malinowski dalam menganalisis data-data hasil
penelitian. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teknik analisis melalui
reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan triangulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara manusia
dan lingkungan alamnya, yang terbentuk ke dalam sistem religi yaitu ritual
perayaan Tumpek Pengatag. Ritual ini memperlihatkan bentuk adaptasi dari
kebudayaan masyarakat Bali terhadap lingkungan barunya di wilayah
transmigran, serta peran ritual dalam membentuk perilaku kolektif masyarakat
dalam memperlakukan lingkungannya melalui aktualisasi nilai-nilai yang
terkandung dalam ritual perayaan Tumpek Pengatag. Penelitian juga
menunjukkan fungsi dari ritual dalam pelestarian lingkungan, sebagai wadah
dalam membangun kebersamaan, dan korelasi antara upacara keagamaan Hindu
dengan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan makhluk non-manusia. Dan
melalui penelitian ini diharapkan masyarakat akan lebih menyadari lagi penting
melestarikan lingkungan, terutama tumbuh-tumbuhan sebagai bagian dari
ekosistem alam.
Kata Kunci : Ritual, Tumpek Pengatag, Nilai, Fungsi, Lingkungan
Tidak tersedia versi lain