Skripsi Antropologi
PEMBENTUKAN IDENTITAS ORANG MANADO DI DESA PANDERE UTARA
ABSTRAK
Reinaldo Sapan B301 19 021, Judul Skripsi “PEMBENTUKAN IDENTITAS
ORANG MANADO DI DESA PANDERE UTARA” dibimbing oleh Ikhtiar Hatta, selaku pembimbing utama dan Ibu Siti Hajar N.Aepu, selaku pembimbing
pendamping. Dalam pembentukan identitas untuk memaknai konseptualisasi “kampung
halaman”. Identitas adalah suatu konsep yang melibatkan banyak elemen yang
saling berinteraksi, dan dalam hal ini konsep “kampung halaman” adalah pusat
dari pemahaman tentang identitas etnis Manado. Penelitian ini melihat sejumlah
bentuk masalah yang muncul sehubungan dengan pembentukan identitas diri, yaitu ; konsep identitas yang terbatas pada aspek kasat mata, konsep “Kampung
Halaman” sebagai pusat identitas etnis Manado, interaksi antar elemen identitas, dan pengaruh identitas terhadap pemahaman konsep “Kampung Halaman”. Penelitian ini bertempat di Desa Pandere Utara Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif yang berdasarkan penelitian deskriptif untuk merincikan setiap
gambaran dalam pembentukan identitas untuk memaknai konseptualisasi
kampung halaman melalui perspektif ke-manado-an serta bagaimana
pembentukan identitas itu dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana orang Manado menjaga dan
mencari identitas diri mereka di tengah budaya dan lingkungan yang berbeda. Khususnya dalam memaknai konseptualisasi "kampung halaman" menjadi fokus
utama penelitian ini. Melalui perspektif ke-manado-an sebagai orang Manado, hal
ini dapat dipahami sebagaimana sifat-sifat ke-manado-an yang masih saja
dilakukan ataupun tidak lagi dilakukan. Dalam hal ini adalah sebuah kebiasaan
ataupun tradisi, tetapi tetap melihat atau memandang diri sebagai orang Manado
yang tidak kehilangan citranya. Namun, perspektif ke-manado-an tidak berakhir
pada sebuah kebiasaan saja. Tetapi, dalam hal ini yaitu memahami diri sendiri, nilai-nilai, dan identitas tersebut, serta pengkonseptualisasian kampung halaman
itu sendiri, untuk tetap melihat atau memandang diri sebagai orang Manado yang
tidak kehilangan citranya. Dan kemudian bagaimana orang Manado di Desa Pandere Utara merumuskan
dan memahami konsep "kampung halaman" dalam konteks budaya dan
lingkungan yang berbeda menjadi pertanyaan utama yang dijelaskan oleh
penelitian ini. Ini mencakup pertimbangan mengenai bagaimana mereka
merayakan momen penting, dan menjalin ikatan dengan akar budaya Manado
mereka. Konsep "Torang Semua Basudara" menjadi salah satu landasan penting
dalam membentuk identitas komunitas, di mana persatuan rukun, terutama dalam
konteks rukun PBUK, menjadi simbol kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian
sosial. Kata kunci : Identitas, Konseptualisasi, Perspektif, Nilai-nilai, Kampung
Halaman
Tidak tersedia versi lain