Text
PENGETAHUAN ILMU PERBINTANGAN NELAYAN BAJO DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS MELAUT DI DESA LABUAN KECAMATAN RATOLINDO KABUPATEN TOJO UNA – UNA SULAWESI TENGAH
ABSTRAK
Windy Rahmatia Stambuk B30119013, judul skripsi “Pengetahuan Ilmu
Perbintangan Dalam Melakukan Aktivitas Nelayan Pada Suku Bajo Di Desa
Labuan Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una – Una Sulawesi Tengah”,
dibimbingan Rismawati pembimbing utama dan Citra Dewi pembimbing
pendamping. Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tadulako.
Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak
dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Keberadaan kearifan lokal
sebagai hasil adaptasi yang dilakukan melalui proses belajar lapangan dan mutlak dari
pendidikan formal. Kearifan lokal biasanya diwariskan secara turun- temurun dari
satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut seperti pengetahuan
nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara nelayan Bajo di Desa
Labuan menggunakan ilmu perbintangan dalam melakukan kegiatan menangkap ikan
dan mengetahui kearifan lokal nelayan Bajo di Desa Labuan dalam menangkap ikan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan tipe penelitian deskriptif .
Penelitian ini melibatkan 5 orang informan yang dianggap mampu memberikan
informasi mengenai penelitian yang dilakukan dan penentuan informan dilakukan
secara purposive. Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui penelitian pustaka,
penelitian lapangan yaitu pengamatan dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kehidupan masyarakat nelayan
Bajo di desa Labuan dilakukan berdasarkan kearifan lokal yang dimiliki oleh nelayan
suku setempat, kearifan lokal tersebut diperoleh dari pengalaman dan pengetahuan
orang tua dahulu sehingga menjadi kebiasaan nelayan suku Bajo di desa Labuan
hingga sekarang. Kearifan lokal yang dimiliki suku Bajo khususnya dalam kegiatan
menangkap ikan seperti Bapongka dan Btonda yang masih dilakukan sampai saat ini,
meskipun sudah jarang dilakukan tetapi masih ada masyarakat nelayan Bajo yang
menerapkannya. Desa Labuan Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-Una
nelayan suku Bajo yang bermukim di bibir pantai dan di atas perairan yang
memanfaatkan fenomena alam untuk membantu melaksanakan pekerjaan mereka.
Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan ini masih menggunakan pengetahuan
tentang laut seperti melihat bintang. Menurut nelayan setempat ada 7 bintang yang
sering menjadi acuan saat melakukan aktivitas nelayan, yakni : (1) Mamau kubor
(bintang kubur/totokia) , (2) Mamau pitu (bintang tujuh), (3) Mamau tulu (bintang
tiga), (4) Mamau mano (bintang ayam), (5) Mamau pai (bintang pari), (6) Mamau
kareo (bintang gorango) dan (7) Mamau go (bintang babi). Menurut masyarakat
nelayan di desa Labuan, keberadaan bintang-bintang tersebut sering menjadi patokan
saat melakukan aktivitas melaut.
Kata kunci : Ilmu Perbintangan; Kearifan Lokal; Nelayan Bajo
Tidak tersedia versi lain