Text
PARTISIPASI ETNIS KAILI DAN BUGIS DALAM PERAYAAN TRADISI HARI RAYA KETUPAT (KUPATAN) SUKU JAWA DI DESA BAHAGIA KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI
ABSTRAK
Devi Rahmadani B30119074 Judul Skripsi “PartisipasiَّEtnisَّKailiَّdanَّBugisَّ
Dalam Perayaan Tradisi Hari Raya Ketupat (KUPATAN) Suku Jawa di Desa
Bahagiaَّ Kecamatanَّ Paloloَّ Kabupatenَّ Sigi”, dibimbing oleh Ikhtiar Hatta
sebagai pembimbing utama dan Citra Dewi sebagai pembimbing pendamping.
Program studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Tadulako.
Tradisi Hari Raya Ketupat, merupakan adat suku jawa yang di laksanakan di
Desa Bahagia sebagai penanda berakhirnya pelaksanaan ibadah puasa dalam bulan
ramadhan dan telah selesai melaksanakan ibadah puasa sunnah enam hari diawal
bulan syawal. Pelaksanaan Tradisi kupatan di Desa Bahagia tidak hanya melibatkan
masyarakat jawa saja tetapi masyarakat Kaili dan Bugis juga berpartisipasi dalam
perayaan ketupat ini sehinggan membawa banyak pengaruh bagi Etnis Kaili dan
Bugis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Proses pelaksanaan Tradisi hari
raya ketupat di Desa Bahagia 2) Partisipasi Etnis Kaili dan Bugis dalam perayaan
Tradisi Hari Raya ketupat di Desa Bahagia.
Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan cara pendekatan kualitatif
berdasarkan deskriptif. Selama proses penelitian dalam pengumpulan data,
dilakukan dengan cara observasi serta wawancara. Observasi dilakukan untuk
melihat proses tradisi, sedangkan wawancara dilakukan untuk memperoleh
informasi – informasi yang berkaitan dengan bahasan topik penelitian demi
kelengkapan data. Selama proses wawancara dilakukan dengan menggunakan
pedoman wawancara, serta membutuhkan 7 orang informan, diantaranya Tokoh
Agama: Pak Imam masjid Masyarakat Umum: (2), Suku Jawa (2), Suku Kaili (2),
Suku Bugis(2).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi perayaan kupatan inimerupakan
salah suatu bentuk rasa syukur masyarakat Jawa karena sudah melaksanakan puasa
ramadhan satu bulan penuh. Selain itu tradisi ini juga melibatkan etnis lain selain
suku Jawa dalam proses pelaksanaannya yaitu etnis Kaili dan Bugis, adapun
partisipasi yang di lakukan etnis Kaili dan Bugis mereka mengikuti semua proses
perayaan hari raya ketupat dari awal hingga akhir acara mulai dari membuat
ketupat dan menyediakan lauk pauk sendiri dari rumah untuk di bawa ke masjid
serta membantu segala proses dalam perayaan Kupatan ini. Tidak hanya itu
akulturasi juga terjadi pada perayaan ini dimana etnis Kaili dan Bugis yang ikut
serta dalam hal ini sudah mulai terbiasa dengan adanya tradisi-tradisi suku jawa di
desa Bahagia sehingga mereka selalu berpartisipasi didalamnya dan seakan-akan
sudah mengangap tradisi etnis Jawa sebagai tradisi mereka sendiri, selain itu
dengan adanya partisipasi Etnis Kaili dan Bugis dalam perayaan hari raya ketupat
juga meningkatkan rasa kebersamaan antar suku dan masyarakat Desa Bahagia,
keterlibatan masyarakat di setiap prosesinya sebagai bentuk antusias dan bentuk
pelestarian agar Tradisi hari raya ketupat tetap ada.
Kata kunci: Partisipasi, Hari Raya Ketupat, Tradisi
Tidak tersedia versi lain