Text
ORANG TUA TUNGGAL DALAM PERSPEKTIF BUDAYA KAILI
ABSTRAK
Cindy Novira. Stambuk B 301 17 090. Judul “Orang Tua Tunggal Dalam
Perspektif Budaya Kaili”. Dibimbing Oleh Juraid A. Latief, Sebagai Pembimbing
Utama Dan Resmiwati, Sebagai Pembimbing Pendamping. Program Studi
Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako.
Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting dalam
masyarakat. Keluarga merupakan sebuah kelompok yang terbentuk dari hubungan
laki-laki dan wanita, hubungan membutuhkan waktu yang berlangsung lama
untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak, jadi keluarga dalam bentuk yang
murni merupakan suatu kesaatuan sosial yang terdiri dari suami, istri dan anakanak.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana orang tua tunggal
(Togura) dalam perspektif Budaya Kaili. Untuk mengungkap permasalahan
tersebut penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan tekhnik
pengumpulan data melalui studi kepustakaan, dan penelitian lapangan yakni
pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan ditetapkan secara
purposive sampling dengan menentukan dua orang janda dan dua orang duda serta
melibatkan anak sebagai penunjang penelitian yang dapat memberikan gambaran
secara detail mengenai studi kasus orang tua tunggal dalam pengasuhan di
Kelurahan Taipa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua tunggal (Togura) dalam
hal pendidikkan wajib diberikan kepada anak agar memiliki pemahaman dan
bekal dalam menentukan arah hidupnya. Orang tua juga memberikan kebutuhan
materi untuk memperoleh Pendidikan, tidak semua kebutuhan materi dapat
diberikan karena beberapa alasan yang membuat mereka tidak dapat
memenuhinya selain itu ada kebutuhan non materi seperti nasehat-nasehat dan
kasih sayang agar anak menjadi orang yang sukses dan tidak dipandang sebelah
mata oleh orang lain. Seorang orang tua tunggal (Togura) harus berperan
layaknya seorang Ibu sekaligus seorang Ayah dalam mengasuh anak, Ayah
Timbala (Duda) sebagai kepala rumah tangga yang dikenal sebagai pencari
nafkah harus memberikan perhatian yang lebih bukan hanya berupa materi tetapi
juga non materi, begitu juga Ibu Timbala (Janda) yang diharuskan memiliki dua
peran sekaligus yaitu sebagai seorang Ayah sekaligus Ibu dari anak-anaknya
seperti yang dilakukan para orang tua tunggal (Togura) di Kelurahan
Taipa.Adapun perilaku anak dibawah asuhan orang tua tunggal (Togura) terlihat
lebih mandiri, mengerti dan memahami serta tidak ingin menyusahkan orang
tuanya, Si anak juga mampu memberikan yang terbaik dan membuat orang tua
tunggal (Togura) bangga dengan kehadirannya.
Kata Kunci: Keluarga, Orang tua tunggal (Togura), Janda dan Duda, Anak
Tidak tersedia versi lain