Text
“SANTET” PADA SUKU JAWA DI DESA BANYUSARI KECAMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO
ABSTRAK
Nur Swarga Rahayu B30119080 “Santet” Pada Etnis Jawa Di Desa
Banyusari Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso”, dibimbing oleh bapak
Muhammad Marzuk selaku pembimbing utama dan Ibu Resmiwati selaku
pembimbing pendamping.
Ilmu sihir merupakan ilmu yang ada sejak dahulu hingga sekarang dengan
berbagai bentuk misalnya ilmu santet. Santet merupakan sejenis ilmu hitam yang bisa
mencelakai seseorang sebagai sasarannya. Santet identik dengan masyarakat Jawa, ini
diakibatkan tingginya kepercayaan etnis Jawa terhadap kekuatan supranatural.
Namun, saat ini santet tidak hanya ada di wilayah Jawa tetapi sudah menyebar luas
mengikuti masyarakat Jawa yang tersebar pula hingga di pulau Sulawesi melalui
program transmigrasi. Penelitian ini dilakukan atas dasar ketertarikan saya untuk
mengetahui kepercayaan masyarakat Etnis Jawa Migran yang ada di Desa Banyusari
Kecamatan Lore Utara tentang santet, dan mencari tahu apa saja gejala-gejala yang
mereka rasakan ketika terkena santet, dan bagaiman perilaku masyarakat untuk
menghindari santet. Adapun informan yang dipilih mewakili masing-masing yang
pernah mengalami dan sembuh dari santet dan orang yang meninggal dan sekaligus
orang yang bisa menyembuhkan.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah konsep mengenai
kepercayaan animisme oleh E.B Tylor yaitu kepercayaan terhadap makhluk-makhluk
supranatural. Sedangkan untuk metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif
dengan tekhnik pengumpulan data yang dilakukan adalah kajian pustaka dan
penelitian lapangan yang terbagi atas tiga bagian yaitu observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Etnis Jawa masih mempercayai
santet dan masih menjadi hal yang menakutkan bagi mereka karena suatu yang
ditimbulkan berdampak buruk dimana santet dapat dilakukan dari jarak maupun
dekat yang berakibat fatal terhadap seseorang. Masyarakat etnis Jawa menganggap
bahwa santet termasuk ilmu sihir yang harus dihindari. (2) seseorang yang terkena
santet biasanya tubuh mereka merasa sakit namun bila dilakukan pemeriksaan secara
medis tidak ditemukan penyakit apapun dan orang yang terkena santet yang sudah
parah dan belum menemukan obatnya bisa meninggal dunia. Ada beberapa cara yang
dilakukan masyarakat baik secara umum maupun pribadi untuk menghindari dan
menangkal ilmu santet. Seperti melakukan berbagai aktifitas keagamaan baik
pengajian, zikir, berpuasa, berkurban. Pengobatan santet dapat dilakukan dengan cara
fisik maupun supranatural seperti pembacaan doa. Doa diberikan oleh orang yang
dianggap sebagai dukun yang mampu menyembuhkan penyakit santet serta
menghentikan kejahatan tersebut. Dukun yang dimaksud di sini bukanlah dukun asli
Jawa yang menggunakan berbagai sesajen dalam ritual penyembuhannya. Jika dilihat
secara umum dari semua kasus santet, itu dilakukan karena adanya rasa iri hati.
Kata Kunci : Santet, Penangkal, Dukun dan Pengobatan
Tidak tersedia versi lain