Text
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA PERMANDIAN MATA AIR BIONGA MELALUI PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DI DESA KALEKE KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI
ABSTRAK
Minarsih, B 201 19 080, Judul penelitian “Strategi Pengembangan
Destinasi Wisata Permandian Mata Air Bionga Melalui Partisipasi
Masyarakat Lokal Di Desa Kaleke Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi”.
Dibimbing oleh Roslinawati (Pembimbing Utama), dan Andi Mascunra Amir
(Pembimbing Pendamping).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan objek
Wisata Permandian Mata Air Bionga melalui partisipasi masyarakat lokal di Desa
Kaleke Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi dan untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi dalam pengembangan objek Wisata Permandian Mata
Air Bionga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pertukaran
sosial. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh (1) strategi partisipasi
masyarakat dalam pengembangan objek Wisata Permandian Mata Air Bionga ada
3 (tiga) tahap proses yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap
pemanfaatan. Pada tahap perencanaan masyarakat terlibat langsung dalam
mengembangkan wisata dengan cara menuangkan ide/gagasan yang terbaik untuk
wisata, tahap pelaksanaan masyarakat melakukan kerja sama atau bergotong
royong untuk membersihkan lokasi wisata hingga pada tahap pemanfaatan lokasi
Wisata Pemandian Mata Air Bionga menjadi peluang usaha masyarakat sehingga
terbantu dalam ekonomi. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam
pengembangan Destinasi Wisata Pemandian Mata Air Bionga dibagi menjadi dua
yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya yaitu
memiliki panorama alam yang masih asri dan indah, adanya semangat dan
keinginan dari sebagian masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan desa
wisata, kondisi keamanan yang baik, dan mudahnya akses informasi dan akses
transportasi bagi wisatawan untuk menuju kawasan wisata. Adapun faktor
penghambatnya yaitu keterbatasan dana, status kepemilikan lahan yang terjadi di
lokasi wisata, kesibukan, belum adanya peraturan desa yang mengatur tentang
wisata, dan penyebaran Covid -19.
Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat Lokal, Pengembangan Destinasi Wisata
Tidak tersedia versi lain