Text
RITUAL PENGOBATAN NONGGANO SUKU LAUJE OLEH SANDO DI DESA AMPIBABO UTARA KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Abstrak
RAHMA LATIF PATAHUNA Stambuk B 30115084. Penelitian ini Mengkaji
Tentang Ritual Pengobatan Nonggano Suku Lauje Oleh Sando Di Desa Ampibabo
Utara Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutung Program Studi
Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. Di
bimbing oleh Marzuki, sebagai pembimbing utama, Siti Hajar sebagai
Pembimbing Pendamping
Adat Nonggano dilakukan oleh masyarakat yang masih mempunyai
kepercayaan bahwa dengan menyembuhkan orang yang keteguran mereka melakukan
adat Nonggano. Pada dasarnya adat ini bersumber dari keyakinan, kepercayaan
pengalaman dan pengetahuan masyarakat itu sendiri. Maka pola pengobatan ini
dipercayai dapat menyembuhkan seseorang yang mengalamai keteguran olehnya suku
lauje masih sangat mempercayai pengobatan ini.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ampibabo Utara Kecamatan Ampibabo
Kabupaten Parigi Moutong, adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah
bagaimana proses pelaksanaan ritual adat nonggano suku Lauje di Desa Ampibabo
Utara Kecamatan Ampibabo, simbol dan makna yang terkandung dalam pelaksanaan
ritual adat nonggano suku Lauje di Desa Ampibabo Utara Kecamatan Ampibabo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik penarikan informan ini
dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Tekhnik pengumpulan data melalui
studi kepustakaan dan penelitian lapangan yaitu pengamatan, wawancara,
dokumentasi. Serta teknikanalisis data yaitu editing atau display data, kategorisasi atau
pengolompokan data, menafsirkan makna data dan merumuskan simpulan dan Saran.
Dari hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa pelaksanaan proses adat
Nonggano dilakukan kembali di desa Ampibabo. Karena ada seseorang yang
mengalami sakit yang tak kunjung sembuh meski telah di bawah ke rumah sakit.
Langkah yang perlu dilakukan yaitu, keluarga mendatangi dukun/sando untuk melihat
keadaan seseorang yang mengalami sakit tersebut, kemudian dukun/sando memegang
salah satu bagian tubuh seseorang yang sedang sakit baik dibagian tangan, melihat
kedua bola mata, dan memegang kepala. Kemudian dukun/sando bisa mengetahui sakit
apa yang dirasakan oleh seseorang tersebut.Setelah memeriksanya, dukun/sando
mengatakan bahwa sakit yang dialami oleh seseorang ini yaitu keteguran. Dukun/sando
mengatakan bahwa seseorang yang mengalami keteguran karena melewati tempat yang
dianggap berpenghuni (angker). Kemudian yang perlu dilakukan oleh keluarga yang
mengalami keteguran yaitu melakukan adat Nonggano, agar seseorang yang keteguran
bisa mengalami kesembuhan dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Dan syaratsyarat untuk melakukan adat Nonggano yaitu, paipulu nelili, paipulu nemeas, paipulu
nedoda, paipulu neitong, tatagang, tagampe, tambako, golau, long soklat angka long
loka, wogo nemeas, suampela.
Kata Kunci : Proses Pengobatan, Simbol, makna
Tidak tersedia versi lain