Text
KOMUNIKASI TERAPEUTIK DOKTER DAN TERAPIS PADA PASIEN STROKE DI KLINIK MANGGALA PALU
ABSTRAK
Angelin Anastascian Pratiwi B501 17 086 “Komunikasi Terapeutik Dokter dan
Terapis Pada Pasien Stroke di Klinik Manggala Palu“ Jurusan Ilmu
Komunikasi, Program Studi Ilmu Komunikasi, Falkultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik dibimbing oleh Achmad Herman selaku pembimbing utama dan Rizqy
Alfiyaty selaku pembimbing pendamping.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi terapeutik
dokter dan terapis pada pasien stroke di Klinik Manggala Palu. Analisis data dalam
penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan
setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Berdasarkan hasil
penelitian dan pembahasan mengenai proses komunikasi terapeutik dokter dan
terapis kepada pasien stroke di Klinik Manggala Palu yang dijabarkan oleh peneliti
pada proses komunikasi terapeutik dokter dan terapis di Klinik Manggala Palu
dalam membantu penyembuhan pasien stroke menerapkan komunikasi terapeutik
dengan langkah-langkah yaitu mempersiapkan diri, membaca rekaman pasien dan
menyiapkan alat terapi, dimana tahap tersebut masuk di dalam tahap persiapan atau
prainteraksi. Tahapan berikutnya yaitu pengumpulan informasi terkait menyapa
pasien, memperkenalkan diri, menanyakan fokus permasalahan pasien, tahapan
selanjutnya yaitu menyampaikan informasi terkait tindakan yang akan diberikan
kepada pasien disertai dengan candaan lalu menanyakan persetujuan pasien tentang
tindakan yang akan di lakukan, memberikan edukasi, pemerikasaan fisik dan proses
terapi tahapan ini disebut tahap kerja atau tindakan. Ditahap akhir yaitu evaluasi
dokter maupun terapis menanyakan perasaan pasien, membuat kontrak perjanjian,
kemudian terkait mengatasi psikis dari pasien tersebut menggunakan kata-kata
motivasi, dukungan dan pujian untuk membangkitkan kepercayaan diri pasien
sembuh.
Adapun beberapa hambatan yang ditemukan seperti bahasa yang berbeda,
latar belakang pendidikan yang masih kurang, usia lansia yang bermasalah dibagian
pendengaran, penglihatan, dan motorik yang biasa disebut kognisi, dan adapun
hambatan lainnya yaitu pasien yang kesulitan berbicara (artikulasi kurang jelas)
akibat adanya gangguan dalam otot rahang.
Kata kunci : Komunikasi terapeutik, Dokter, Terapis, Pasien Stroke
Tidak tersedia versi lain