Text
HAMBATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA WISATAWAN ASING DAN MASYARAKAT LOKAL DESA WAKAI, KECAMATAN UNA-UNA, KABUPATEN TOJO UNA-UNA
ABSTRAK
Fandi Maku B50119111 Skripsi “Hambatan Komunikasi Lintas
Budaya Wisatawan Asing Dan Masyarakat Lokal Desa Wakai, Kecamatan
Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una” Jurusan Ilmu Komunikasi, Program
Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Dibawah
bimbingan Hi Israwaty Suriady selaku pembimbing I dan Dyah Kartikasari
selaku pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan komunikasi lintas
budaya yang terjadi antara masyarakat lokal Desa Wakai dan wisatawan asing.
Metode pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan dasar penelitian
studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi, dan wawancara mendalam
terhadap enam informan yang berasal dari wisatawan asing dan masyarakat lokal.
Analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman atau disebut
sebagai model interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan wisatawan asing yang berkunjung ke Desa
Wakai memiliki dampak yang sangat besar pada kehidupan sosial dan budaya
masyarakat di Desa Wakai dan Kecamatan Una-una. Berbagai hambatan
komunikasi lintas budaya pun terjadi, diantaranya perbedaan persepsi masyarakat
lokal yang menganggap orang berkulit hitam pasti berasal dari Afrika sehingga
terjadi perbedaan perlakuan antara wisatawan asing berkulit putih dan berkulit
hitam. Lalu ada pula perbedaan bahasa yang menjadi hambatan pemantik faktorfaktor lain di mana perbedaan tersebut kemudian menimbulkan hambatan
komunikasi lintas budaya di lingkungan yang baru, perbedaan bahasa nonverbal
juga sangat mempengaruhi hambatan komunikasi lintas budaya utamanya
perbedaan gerak tangan untuk menunjuk menggunakan jari jempol diartikan
sebagai kata oke oleh wisatawan asing, hal ini mengakibatkan seseorang tidak
mengetahui arti komunikasi nonverbal yang diberikan sehingga butuh waktu lama
untuk menyesuaikannya, dan berdampak pada munculnya berbagai prasangka
kemudian memantik adanya streotype yang berbeda satu sama lainnya.
Kegelisahan yang tinggi dapat menimbulkan culture shock yang merupakan
kondisi seseorang merasa asing dan kaget terhadap kebiasaan di tempat baru
sehingga akan menimbulkan proses penyesuaian namun bukan berarti
menimbulkan hambatan yang tidak dapat ditolerir dan akhirnya berujung pada
munculnya konflik namun hal ini masih dapat di maklumi semua pihak.
Kata Kunci : Hambatan Komunikasi Lintas Budaya, Wisatawan Asing, dan
masyarakat lokal
Tidak tersedia versi lain