Text
TIGA KELUARGA BROKEN HOME DI DESA KOMBO KECAMATAN DAMPAL SELATAN KABUPATEN TOLITOLI
ABSTRAK
Sri Nurhidayah, Stambuk B301 19 088 “Tiga Keluarga Broken Home di Desa
Kombo Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli” Program Studi
Antropologi, Jurusan Sosiologi, Universitas Tadulako. Dibimbing Oleh Ibu
Rosmawaty Sebagai Pembimbing Utama dan Ibu Resmiwaty sebagai pembimbing
pendamping.
Broken home sebagai istilah untuk menggambarkan situasi atau keadaan
rumah di mana sudah tidak ada lagi cinta, kasih sayang, dan kepedulian di
dalamnya. Broken home yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah keluarga
yang retak karena perceraian hidup. Perceraian sebagai sebagai puncak tertinggi
dari penyesuaian perkawinan yang terjadi bila suami istri sudah tidak mampu lagi
mencari cara penyelesaian masalah yang terjadi diantara mereka. Seperti yang
marak terjadi di Desa Kombo Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli,
sebanyak 37 kasus pasangan yang bercerai hidup. Selain itu, Perceraian yang terjadi
dapat menyebabkan perubahan Seperti yang nampak jelas terjadi yaitu terpecahnya
anggota keluarga, serta situasi dan kondisi yang terjadi setelah perceraian.
Penelitian ini bertempat di Desa Kombo Kecamatan Dampal Selatan
Kabupaten Tolitoli. Adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana
gambaran tiga keluarga Broken home di Desa Kombo Kecamatan Dampal Selatan
Kabupaten Tolitoli, serta bagaimana Peran Keluarga yang Mengalami Broken
home di Desa Kombo Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli. Metode
penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kulitatif dengan tipe
penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi
pustaka, penelitian lapangan yang terdiri dari pengamatan, wawancara,
dokumentasi. penentuan informan dilakukan secara teknik Purposive yaitu memilih
11 informan sesuai dengan permasalahan penelitian.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran keluarga broken home
yang diakibatkan karena perceraian hidup yang terjadi pada tiga keluarga yang ada
di Desa kombo, memiliki kehidupan yang sangat sederhana hal ini dapat dilihat dari
tempat tinggal, lingkungan, dan pola hidup dalam kesehariannya. Alasan
perceraian pada tiga keluarga berbeda-beda. fakta yang ditemukan bahwa
perceraian yang terjadi memiliki imbas pada komunikasi yang menurun, kehidupan
ekonomi, pola asuh, dan kehidupan sosial baik kaintannya dengan hubungan
interaksi diantara masyarakat bertetangga, maupun anak dalam lingkungan
pertemanan. Adapun keberperanan keluarga luas (Extented Family) bahwa keluarga
pertama setelah perceraian hak asuh anak dialihkan sepenuhnya ke mantan istri,
keluarga kedua hak asuh dialihkan kesuami yang melibatkan nenek, tante dari pihak
ayah maupun ibu yang turut andil dalam pengasuhan, dan keluarga ketiga setelah
perceraian anak diasuh oleh nenek yang dibantu oleh tante dari pihak ibu.
Kata Kunci : Keluarga, Perceraian, Broken home
Tidak tersedia versi lain