Text
PANJILA (PENGOBATAN TRADISIONAL DI SUKU BARE’E DESA SANSARINO KECAMATAN AMPANA KOTA)
ABSTRAK
Rugaiya A. Sambodi, Stambuk: B 301 16 011 Judul Skripsi: Panjila (
Pengobatan Tradisional di Suku Bare’e di Desa Sansarino Kecamatan
Ampana Kota). Dibimbing oleh Rismawati sebagai pembimbing utama dan
Resmawati sebagai pembimbing pendamping.
Masyarakat di Suku Bare‟e yang mendiami kawasan Desa Sansarino
Kecamatan Ampana kota, adalah salah satu contoh dari sekian banyak daerah
yang masih mempertahankan metode pengobatan tradisional atau pengobatan
alternatif yang sering di sebut dengan nama panjila (menjilat). Pengobatan
alternatif Panjila masih dipertahankan oleh masyarakat sampai dengan sekarang.
Tergolong sebagai pengobatan non medis, Panjila hanya dapat dilakukan oleh
orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan pengobatan tersebut, atau biasa
dikenal dengan nama To Panjila (dukun/pengobat). Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan metode pengobatan tradisional
Panjila dan cara mempertahankan tradisi pengobatan tradisional Panjila pada
Etnis Bare‟e Di Desa Sansarino Kecamatan Ampana Kota.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif dengan tipe penelitian bersifat deskritif. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan cara studi pustaka,penelitian lapangan, pengamatan dan
wawancara. Teknis analisis data melalui tahap editing data, kategorisasi data,
penafsiran makna data dan perumusan kesimpulan san saran. Informan ditetapkan
secara sengaja (purposiv sampling) sebanyak 6 orang yang terdiri Ibu Siti Halima
sebagai Topopakuli, Ibu Naima, Pak Sarif, Sela dan Nurul, sebagai orang yang
pernah berobat dengan metode panjila dan berhasil sembuh, serta Putri yang
masih menjalankan poroses pengobatan.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pengobatan
tradisional atau pengobatan alternatif panjila, pada prakteknya menggunakan
bahan-bahan yang berasal dari alam seperti daun jagung kering, pinang, daun siri,
kapur siri, dan kain putih. Dari ke 5 (lima) bahan tersebut, masing-masing
memiliki fungsinya. Daun jagung kering menjadi bahan utama dalam pengobatan
alternatif ini, karena difungsikan sebagai bahan untuk menyerap darah yang keluar
dari pembekuan darah yang dialami oleh pasien. Pada proses pengobatan yang
dilakukan, daun jagung kering akan diletakan pada bagian yang mengalami sakit.
Sementara pinang, daun siri, kapur siri, dijadikan satu sebagai bahan campuran
untuk dikonsumsi (dikunyah) oleh to panjila sebelum melakukan pengobatan
panjila (menjilat). Serta kain putih, berfungsi sebagai tempat untuk membuang
hasil kunyahan dari ketiga bahan sebelumnya. Media (bahan) harus disediakan
sebelum melakukan pengobatan, dan juga harus lengkap agar pengobatan bisa
dilakukan, jika kurang satu bahan pengobatan tidak bisa dilakukan. Pengobatan
alternatif panjila, biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami pembekuan
darah atau yang mengalami sakit kepala yang tak kunjung sembuh. Pada proses
pengobatan alternatif panjila, biasanya akan dilakukan berulang, tergantung pada
penyakit yang dilamai pasien. Dan sampai dengan sekarang masih dipertahankan
oleh masyarakat Suku Bare‟e yang berada pada wilayah Desa Sansarino,
Kecamatan Ampana Kota.
Kata Kunci : Panjila, Pengobatan Tradisional, Etnis Bare’e
Tidak tersedia versi lain