Text
MA’PASULE DALAM TRADISI UPACARA ADAT RAMBU SOLO PADA STRATA TANA’BULAAN DI DESA MAROSON KECAMATAN REMBON KABUPATEN TANA TORAJA
ABSTRAK
Dirwinda Toron Mangi B20119027 “Ma’pasule dalam tradisi upacara
adat rambu solo pada strata tana’bulaan di Desa Maroson Kecamatan
Rembon Kabupaten Tana Toraja” dibimbing oleh Hadisuddin dan Andi
Mascunra Amir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi upacara adat rambu solo
pada srata tana bulaan dan untuk mengetahui bentuk ma’pasule dalam tradisi
upacara adat rambu solo. Metode penelitian yang digunakan ini adalah deskriptif
kualitatif yakni memberikan gambaran dan penjelasan secara mendalam dengan
teknik pengumpulan data berupa: observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk
pengumpulan data primer ditetapkan sebanyak 5 informan melalui teknik
purposive, dengan kriteria sebagaimana telah diketengahkan pada bagian
metodologi penelitian. Lokasi penelitian bertempat di Desa Maroson Kecamatan
Rembon Kabupaten Tana Toraja.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ma’pasule dalam tradisi upacara
adat rambu solo pada strata tana’ bulaan sudah dilaksanakan oleh warga di Desa
Maroson sejak sekian lama dan secara turun temurun. Ma’pasule bermakna
sebagai ada mengembalikan pemberian yang pernah ditetrima sebelumnya dan
bermakna sebagai semangat saling membantu, gotong royong dn tolong
menolong. Karena itu Ma’pasule sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat
setempat. Rambu solo pada upacara kematian ini dapat menjalin hubungan yang
baik antar sesama kerabat dan masyarakat, sebagai bentuk gotong royong dan
sikap saling tolong menolong. Rambu solo sebagai wujud penghormatan terakhir
terhadap orang tua yang telah dulu meninggal. Salah satu bentuk ma’pasule
dalam tradisi upacara rambu solo ialah keinginan besar masyarakat itu sendiri
dalam menyumbang didukung oleh masyarakat itu sendiri. Dalam rambu solo
bentuk ma’pasule adalah pemberian atau bantuan yang diterima bukanlah suatu
untuk mendapat imbalan.
Kata kunci : Ma’pasule, Rambu Solo
Tidak tersedia versi lain