Text
AKULTURASI BUDAYA PERKAWINAN CAMPURAN ETNIS BALI DENGAN ETNIS LAIN DI KECAMATAN LARIANG KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT
ABSTRAK
I Kadek Agus Andita B30119004. Program Studi Antropologi, jurusan
Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako. Judul
skripsi: Akulturasi Budaya Perkawinan Campuran Etnis Bali Dengan Etnis
Lain Di Kecamatan Lariang Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat.
Dibimbing oleh ibu Rosmawati sebagai pembimbing Utama dan Ibu Siti Hajar N.
Aepu sebagai pembimbing pendamping.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masyarakat di Desa Parabu dan Desa
Bajawali yang melakukan perkawinan campuran etnis. Dimana terdapat berbagai
etnis yang mendiami wilayah ini yang disebabkan karena adanya perpindahan
penduduk baik melalui transmigrasi pemerintah maupun transmigrasi mandiri,
sehingga adanya potensi perkawinan campuran etnis yang terjadi dan menyebabkan
adanya akulturasi pada pasangan perkawinan campuran etnis. Terdapat dua
rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses akulturasi pasangan
perkawinan campuran etnis Bali dengan etnis lain dan bagaimana dominasi budaya
yang terjadi dari akulturasi perkawinan campuran. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif yang bertujuan memberikan
gambaran serta analisis secara terperinci bagaimana proses terjadinya akulturasi
budaya pada pasangan perkawinan campuran etnis. Subyek dalam penelitian ini
adalah sebanyak 8 pasangan perkawinan campuran etnis bali dengan etnis lain.
Teknik penentuan informan yang digunakan ialah purposive. Teknik pengumpulan
data yang digunakan yaitu dengan pengamatan (observasi), wawancara mendalam
dengan informan sebanyak 7 orang, dan dipertegaskan dengan berbagai kajian
pustaka yang relevan dengan topik penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bagaimana proses yang dilalui dalam
perkawinan campuran etnis yaitu berawal dari adanya pertemuan dari berbagai etnis
di Kecamatan Lariang khususnya di dua Desa yaitu Desa Parabu, Desa Bajawali
Hal ini yang menyebabkan adanya relasi hingga ketertarikan terhadap etnis yang
berujung pada perkawinan campuran etnis. Dalam perkawinan inilah mulai muncul
terjadinya akulturasi dari kedua etnis tersebut. Mulai dari adat perkawinan yang
digunakan, pakaian adat, hingga ritual dalam perkawinan yang digunakan
merupakah salah satu yang mengalami akulturasi. Dalam penelitian saya dominasi
sebagian besar dilakukan oleh etnis Bali baik dari segi penggunaan bahasa,
penamaan anak, dan sebagainya. Namun ada juga etnis sebaliknya yang
mendominasi etnis Bali. Ada hal yang bisa digaris bawahi dalam bahasan dominasi
budaya ini yaitu dominasi terjadi bukan karena salah satu etnis ingin menguasai
etnis lainnya sehingga merasa lebih tinggi namun dominasi terjadi karena
kesepakatan yang telah di sepakati oleh kedua pasangan yang saling mencintai dan
harus siap menerima risiko nantinya salah satu etnis akan mendominasi dalam
hubungan perkawinan tersebut.
Kata Kunci : Akulturasi Budaya, Perkawinan Campuran Etnis , Etnis Bali
Tidak tersedia versi lain