Text
HUBUNGAN KERJA ANTARA BURUH DAN PETANI PEMILIK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA JENGENG RAYA KECAMATAN TIKKE RAYA KABUPATEN PASANGKAYU
ABSTRAK
Haerawati, B201 19 132. HUBUNGAN KERJA ANTARA BURUH DAN
PETANI PEMILIK PEREKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA JENGENG
RAYA KECAMATAN TIKKE RAYA KABUPATEN PASANGKAYU.
Dibimbing oleh Suardin Abdul Rasyid dan Djamaluddin .
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kerja
antara buruh dan petani pemilik perkebunan kelapa sawit di Desa Jengeng Raya
Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu. Penelitian menggunakan metode
penelitian kualitatif untuk menjawab permasalahan yang ada, maka ditempuh
proses metodologi yang terdiri atas penelitian pustaka dan penelitian lapangan.
Teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi.
Informan penelitian ini berjumlah 6 orang dan dibagi 3 orang untuk buruh dan 3
orang untuk petani pemilik perkebunan kelapa sawit, penentuan informan
menggunakan teknik purposive sampling.
Berdasarkan temuan data di lapangan setelah dilaksanakan penelitian
kemudian dianalisis sekaligus menjawab permasalahan penelitian dan dikaitkan
dengan teori Interaksi Sosial yang dikemukakan oleh Walgito, maka disimpulkan
bahwa hubungan kerja antara buruh dan petani pemilik perkebunan kelapa sawit,
dimulai dengan adanya sebuah perjanjian dan kesepakatan dari kedua belah pihak
untuk mengelolah kebun sampai memanen dan melangsir buah kelapa sawit.
Upah yang diberikan juga sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan oleh buruh,
Desa Jengeng Raya terjadi persaingan antara pemilik perkebunan kelapa sawit
untuk mempekerjakan buruh, dimana pemilik kebun sangat membutuhkan tenaga
kerja buruh untuk bekerja di kebun. Konflik yang terjadi biasanya dari buruh yang
dipekerjakan, mereka tidak secara profesional menangani pekerjaannya. Kaum
buruh biasanya tidak datang tepat waktu, dan sisa dari pelepah kelapa sawit hanya
dibiarkan berserakan begitu saja.
Kata Kunci : Hubungan Kerja, Buruh, Petani pemilik
Tidak tersedia versi lain