Text
KOMUNITAS UNDERGROUND (PALU NOISE TERRITORY) DALAM STUDI KOMUNIKASI NONVERBAL DI KOTA PALU
ABSTRAK
Nurmahdi Mukarim Stambuk B 501 19 145 “Komunitas Underground (Palu
Noise Territory) dalam Studi Komunikasi Nonverbal di Kota Palu” Program
Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Konsentrasi
Broadcasting Universitas Tadulako di bawah bimbingan Achmad Herman
selaku pembimbing I dan Muhammad Wahid selaku pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk komunikasi nonverbal
antara lain penampilan, simbol-simbol, gerakan tubuh dan parabahasa dalam
komunitas underground di Kota Palu. Tipe penelitian adalah deskriptif kualitatif
dengan dasar penelitian action research dengan menggunakan teori McCraken.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara
mendalam dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah salah satu band yang
berkontribusi dalam komunitas underground Palu Noise Territory.
Hasil penelitian menunjukan bentuk komunikasi nonverbal yang terdapat pada
setiap kegiatan yang melibatkan komunitas Palu noise territory yang pertama yaitu
gerakan tubuh. Dalam gerakan tubuh terdapat mosh pit dan headbang, gerakan
tersebut dilakukan hanya untuk bersenang-senang dalam menikmati konser,
semakin banyak orang melakukan mosh pit maupun headbang, maka semakin besar
pula adrenaline yang tercipta untuk menikmati lagu. Kedua, Parabahasa yang
sering digunakan pada vokalis band yaitu Scream, Growl, dan Pig Squel, menurut
para metalhead Palu, saat vokalist bernyanyi dengan distorsi yang sangat cepat, hal
itu seperti membakar semangat mereka untuk menikmati musik yang dibawakan.
Ketiga, Simbol yang diterapkan pada beberapa band dikomunitas Palu noise
territory yaitu simbol pentagram, sign of horns, simbol satanic, dan beberapa logo
dari band kota palu yang hampir tidak bisa terbaca. Alasan tersebut merupakan pola
marketing yang sengaja dibuat kontroversi agar mengundang perhatian masyarakat.
Menurut mereka, genre musik underground mempunyai alur yang berbeda dari
genre-genre musik pada umumnya. Keempat, Penampilan yang di tampilkan anak
komunitas Palu noise territory antara lain tatto/pierching, rambut panjang
(gondrong), dan topeng. Alasannya karena hal tersebut hanyalah keperluan
penampilan mereka di atas panggung agar terlihat mencolok didepan orang-orang.
Kata Kunci: Komunikasi Nonverbal, Komunitas Underground, Action
Research
Tidak tersedia versi lain