Text
Upacara Adat Toniasa Suku Kaili Tara di Desa Pelawa Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong.
ABSTRAK
Noval. Stambuk B 301 15 088. Judul skripsi “Upacara Adat Toniasa
Suku Kaili Tara Di Desa Pelawa Kabupaten Parigi Moutong”, Program
Studi Antropologi Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Universitas Tadulako di bimbing oleh Rismawati. Sebagai pembimbing utama
dan Resmiwati sebagai pembimbing pendamping.
Desa pelawa adalah sebuah desa yang secara kelembagaan memiliki
struktur dan fungsi, masing-masing pemangku adat memiliki kewenangan
dalam masyarakat, baik itu didalam lapangan hukum privat maupun dalam
lapangan hukum publik kewenangan tersebut berupa sebagai penengah
(arbiter) dalam penyelesaian sengketa adat dan juga memiliki suatu
kewenangan istimewa dalam proses penegakan hukum pidana, dimana dalam
hal terjadi tindak pidana ringan, penyidik harus terlebih dahulu mendapatkan
persetujuan dari pemuka adat sebelum melakukan penahanan terhadap
tersangka.
Upacara adat toniasa pada suatu masyarakat telah mengalami
perubahan menyesuaikan kondisi sosial yang terjadi saat itu. Perubahan
tersebut menjadi keniscayaan untuk dapat menjalankan peran kontrolnya di
tengah masyarakat, demi terciptanya keteraturan sosial dalam memahami
perubahan penerapan tersebut, kajian ini akan terfokus pada dinamika adat
upacara toniasa di tengah modernisasi. permasalahan yang akan diangkat
dalam penelitian ini permasalahan dalam penelitian ini pertama, bagaimana
keberadaan upacara adat toniasa suku kaili tara di desa pelawa, kedua
bagaimana makna simbolik upacara adat toniasa suku Kaili Tara di desa
pelawa di era modernisasi ?
Untuk mengungkapkan dan menjawab permasalahan tersebut maka
metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif, tipe
penelitian bersifat deskriptif, dengan tehnik penelitian data melalui studi
pustaka dan penelitian lapangan, wawancara bebas dan mendalam.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upacara adat toniasa yang
berada di desa pelawa adalah tradisi atau budaya kemasyarakatan yang
menjadi kehidupan sosial yang ada sejak nenek moyang hingga turun temurun
sampai sekarang, upacara adat toniasa masih kurang di laksanakan. Perubahan
upacara adat toniasa si era modernisasi yang mengharuskan penyesuaian pada
lingkungan sosial dan juga menyesuaikan pada nilai-nilai adat yang sudah ada,
perubahan upacara adat toniasa dengan menyesuaikan pada adat saat ini sulit
di temui berupa benda benda adat seperti jempa (penutup kelamin wanita),
lesung perunggu (penutup kelamin pria). Tujuan penyelesaian ini agar
pelaksanaan upacara adat toniasa tetap dapat dilakukan masyarakat sehingga
masyarakat tetap patuh pada upacara adat dan trus menjaga dan
mengembangkannya.
Kata kunci : upacara adat toniasa, penerapan dan perubahan
Tidak tersedia versi lain