Text
Tata Kelola Jurnalisme Politik
Ana Nadhya Abrar menekankan perlunya media pers dan wartawannya mengevaluasi tata kelola jurnalisme politik masing-masing. Dia mengajak wartawan agar mendidik diri sendiri untuk melakukan tata kelola jurnalisme politik yang baik dan benar. Ajakan ini seperti memperoleh momentum, terutama karena media pers seolah-olah ikut memengaruhi eskalasi perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) 2015. Media pers seakan-akan terlibat dalam meramaikan kegaduhan politik akibat perseteruan KPK dan Polri 2015. Lebih dari itu, media pers seolah-olah membiarkan saja rumor sebagai trik dalam politik. Padahal, rumor, seperti disebut Seno Gumira Ajidarma, merupakan “wacana tak resmi dan tak bersumber, yang berkembang beberapa tahap dalam sistem komunikasi”.
Tidak tersedia versi lain