Text
Sejarah Kebudayaan Kalimantan
Kalimantan mempunyai bermacam-macam suku, dengan mayoritas penduduk Suku Dayak, Melayu dan Cina yang mempunyai ciri-ciri dan keunikannya sendiri. Dalam penulisan Sejarah Kebudayaan Kalimantan diprioritaskan pada ketiga suku tersebut. dalam masyarakat Dayak yang merupakan penduduk asli terbesar di Pulau Kalimantan kehidupan mereka lebih dekat dengan alam. Mereka percaya akan kekuatan alam yang ada di sekitar mereka dengan pemikiran yang sangat sederhana. Kepercayaan semacam inisering kita sebut Animisme dan Dinamisme. Sistem religi yang demikian ini berpengaruh terhadap unsur-unsur kebudayaan lainnya pada masyarakat Dayak, baik dalam bidang kesenian maupun di bidang teknologi. kehidupan semacam ini mengalami perubahan-perubahan setelah kedatangan Islam yang memberikan warna baru dalam pandangan dan kehidupan mereka. Perubahan itu terjadi juga pada suku Melayu. Mayoritas Suku Melayu di Klaimantan adalah masyarakat Dayak itu sendiri yang telah beralih memeluk agama Islam. Perubahan-perubahan yang nampak dalam hal ini adalah dalam bidang kesenian, bidang tehnologi dan bidang religi. Selain suku bangsa Dayak dan Suku Bnagsa Melayu, Suku Bangsa Cina sebagai bangsa pendatang merupakan salah satu suku yang terbesar di Kalimantan khususnya Kalimantan Barat. Sebagai suku bangsa pendatang mereka membawa kebudayaan asli mereka seperti kesenian, tehnologi dan sistem religi yang lebih berorientasi kepada kebudayaan Cina (tiongkok). Kebudayaan Cina di Kalimantan tidak banyak mengalami perkembangan disebabkan karena faktor latar belakang kedatangan Bnagsa Cina di Kalimantan pada dasarnaya karena terdesak oleh faktor ekonomi, sehingga mereka lebih mementingkan bidang ekonomi daripada bidang kebudayaan.
Tidak tersedia versi lain