Text
Tina ngata dan pengembangan sikap kepedulian sosial perempuan : studi etnografi perspektif feminis pada kesatuan masyarakat hukum adat Kulawi di Kabupaten Sigi provinsi Sulawesi Tengah
Penelitian ini membahas nilai Tina Ngata yang berarti perempuan kampung yang hidup di komunitas masyarakat hukum adat Kulawi di Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi perspektif feminis. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan, wawancara serta diskusi terfokus. Partisipan penelitian adalah perempuan sebagai Tina Ngata, ketua adat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi non pemerintah dan komunitas secara umum. Dengan ekofeminis dan radikal kultural sebagai alat analisis, saya melakukan telaah pada tataran konsep filosofis dan simbolis nilai Tina Ngata, praktik-praktiknya di lapangan, termasuk pada bagaimana proses seorang perempuan menghantarkan diri menjadi Tina Ngata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Tina Ngata pada ruang filosofis dan simbolis berakar dalam pada penghormatan terhadap kebertubuhan perempuan. Komunitas Kulawi mengkonstruksi pemikiran mereka atas tubuh perempuan yang dapat melahirkan generasi baru sebagai penerus silsilah keluarga. Atas dasar inipulah, mandat menjaga alam (Katuwua) dan hubungan keserasian dengan manusia (Hintuwu) ditautkan. Sementara pada tataran praktik di lapangan, ditemukan bahwa seorang perempuan dapat menjadi Tina Ngata tidak semata-mata karena kemampuanya bereproduksi. Namun syarat utamanya adalah kepemimpinan, kebijaksanaan, sensitivitas, talenta dan kharisma perempuan. Selama ini belum terjadi dialog di antara kedua ruang tersebut. Komunitas menempatkan kemampuan biologis perempuan pada tataran filosofis. Perempuan Tina Ngata menggunakan pranata nilai adat mereka untuk pengembangan kemampuan sosial dalam mewujudkan etika kepedulian untuk kelestarian alam agar mereka dapat survive dan keseimbangan ontologis terjadi.
Tidak tersedia versi lain