A comparison between Islamic fundamentalism and various Western critiques of rationalism yields formerly uncharted connections between Western and Islamic political thought, allowing the author to reclaim an understanding of political theory as inherently comparative. Her arguments bear on broad questions about the methods Westerners employ to understand movements and ideas that presuppose nonr…
Buku ini berusaha untuk menggagas dan menjabarkan metode pendidikan sosialis-marxis yang menjadi counterpart bagi pendidikan yang dijajah oleh kapitalisme yang menggurita di berbagai penjuru dunia ini, termasuk juga di negeri ini. Dan gagasan utamanya adalah berusaha untuk menjelaskan secara objektif pola dan metode pendidikan marxis-sosialis dengan tanpa melihat berbagai hal negatif yang selam…
Buku ini menjelaskan sistem politik di Indonesia yang tidak semata-mata hanya bersifat teoretis namun juga secara empirik. Artinya dalam pembahasannya diberikan pula alasan yang disesuaikan dengan konteks di mana sistem politik itu pernah diberlakukan di Indonesia, yakni masa Orde Lama, Orde Baru, dan reformasi.
Bisakah Indonesia hidup tanpa kekerasan? Bagi mereka yang awam, tentu saja jawabannya sangat tegas: bisa. Tetapi, bagi mereka yang mengkaji soal konflik, jawabannya ragu-ragu: antara bisa dan tidak bisa. Sebab, perjalanan bangsa Indonesia penuh konflik berdarah. Di tingkat nasional begitu banyak kasus berdarah yang tidak terurus tuntas, misalnya Tragedi Madiun 1948 dan Peristiwa Pemberontakan P…
Salah satu definisi politik yang sangat dominan di dunia Barat adalah dimaknai sebagai “kekuasaan” yaitu “kemampuan pemegangnya memeras pemenuhan atau ketaatan inidividu-individu lain terhadap kehendaknya atas dasar apun, kekuasaan telah dijadikan absolut dan berkuasa. Kekuasaan semacam itu nyaris tidak dapat berdampingan dengan kemungkinan-kemungkinan kebebasan dan nasib manusia. Akibany…
Nenek kita dulu sering kali bertanya kepada kita, anak-cucunya. Pertanyaannya sederhana, “ Apakah cukup kita belajar untuk hidup atau kita harus hidup untuk belajar?” sifat pertanyaan ini, sebenarnya, menjebak. Kalau kita menjawab bahwa kita belajar untuk hidup, maka penilaian yang lahir adalah: kita belajar hanya untuk memperoleh ijazah pendidikan tinggi, kita yakin bahwa hidup kitaa akan …